Ditulis Oleh Noey Holis

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Hidup PERSIB #

Klub bola satu ini jadi idola di kotaku. Fans beratnya jangan ditanya, super fanatik. Termasuk saya, walau sekarang sudah emak-emak masih suka nonton bola. Jangan tanya pemainnya, gak ada yang hafal. Kecuali bertemu dan kenalan dulu. Lumayan kayanya, bisa foto bareng dan upload di fesbuk.
“Mar, ikut ke Palembang ga?”
“Enggak, Kang. Anak kita sekolah, masa mau bolos terus,”
“Gak apa-apa demi PERSIB, kapan lagi kalau tidak sekarang, setahun sekali juga enggak,”
“Bonjovi aja, Kang. Bobotoh nu lalajo di tivi, uang buat naik pesawatnya kita belikan makanan sama nobar di halaman rumah. Bagaimana Kang, ok gak?”
“Boleh juga usulmu, Mar”

Nobar/nonton bareng. Suasana mulai ramai. Diawali dengan maghrib berjamaah dan berdoa, semoga PERSIB menang. Ayam bakar, nasi timbel, sambel, lalapan dan kerupuk. Minumnya teh tawar hangat.

Saat pertandingan pun mulai, baru beberapa menit babak pertama mati lampu.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s