Catatan si odoy February 20, 2016 at 02:34PM

Lebih dari sepertiga bagian rumah mewah itu sudah diselimuti api, ketika kami tiba dilokasi kebakaran. Melihat kami datang dengan memakai seragam TAGANA, seorang penduduk yang menyaksikan kejadian itu langsung menghampiri saya dan melaporkan bahwa pemilik rumah terjebak kobaran api. Dia tidak bisa keluar. Diperkirakan pemilik rumah sedang tidur dan tidak
menyadiri kalau rumahnya terbakar.

Mendengar laporan itu, rekan saya yang bernama Agus langsung menerobos api dan masuk kedalam untuk menyelamatkan si pemilik rumah. Lima menit kemudian, si Agus muncul sambil menggendong seorang kakek-kakek dan disambut dengan gegap-gempita sorak kagum dari semua orang yang menyaksikan kejadian itu.

“Istri saya masih didalam!” Teriak si kakek setibanya didepan saya. Saya terkesima, kemudian melirik ke rekan saya yang bernama Udin. Piikiran saya berkecamuk. Istrinya pasti usianya tidak jauh berbeda dengan si kakek. Haruskah saya mengorbankan nyawa saya demi seorang nenek-nenek. Si Udin balas memandang saya sambil tersenyum sinis. Akhirnya si Udin menerobos kobaran api. Lima menit kemudian si Udin muncul sambil menggendong seorang nenek-nenek dan disambut riuh sorak dan tepuk tangan dari orang-orang yang berada dilokasi kebakaran.

“Lussy, Lussy masih didalam. Lussy. Lussy. Lussy!” Teriak si nenek setelah tiba didepan saya. Mendengar teriakan si nenek, saya langsung menerobos kobaran api. Didalam api telah menjalar lebih dari separoh bagian rumah. Puing-puing menyala mulai berjatuhan. “lussy!” Saya berteriak memanggilnya. Tidak ada jawaban. “Lussy! Lussy! Lussy! Tetap tidak ada jawaban. Perhatian saya tertuju pada sebuah kamar yang pintunya tertutup. Saya menendang pintu itu. Bayangan putih berkelebat keluar dari kamar itu kemudian melompat keluar menerobos jendela depan.

Lussy tidak ada didalam kamar itu. Dimana Lussy? Namun api terus menjalar. Saya sudah tidak kuat lagi untuk meneruskan pencarian. Akhirnya saya berlari keluar. Tidak terdengar riuh sorak-sorai dan tepuk tangan. Yang terdengar hanya suara gembira dari seorang nenek. “Lussy, kau bisa menyelamatkan diri sayang!” Ucap si nenek sambil memeluk dan menciumi Kucing anggora kesayangannya.

Dikirim Lewat Facebook
Oleh
Ade kusmana

ade kusmana