Catatan si odoy February 07, 2016 at 09:32AM

Ingin kubanting hape ini, kalau tidak ingat ini cuma satu-satunya hape yang kupunya. Hampir kutendang pintu, cuma urung kulakukan karena kulihat bagian bawah pintu itu sudah jebol bekas kutendang beberapa waktu yang lalu. Kenapa begini jadinya? Pikiranku melayang mengenang peristiwa diparasmanan tadi. Parasmanan dipesta pernikahan neng Ida wanita yang selama ini aku idam-idamkan.

Sudah cukup lama Aku diam-diam suka sama neng Ida. Namun perasaan itu masih kupendam. Aku selalu saja menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Mencari kesempatan yang baik untuk mengutarakannya. Seminggu, sebulan, setahun. Rasa yang terpendam ini belum juga terungkap. Sampai hari ini kuhitung-hitung sudah menginjak tahun kelima perasaan itu bersemayam dan tidak pernah terungkapkan. Dan ahirnya neng Ida duduk dipelaminan bersama kang Dadang yang baru tiga bulan saja berkenalan.

Dihadapan banyak tamu, tiba-tiba saja kang Dadang mencium bibir neng Ida. Sialan! Aku berteriak tertahan sambil menepuk-nepuk sendok diatas nasi. Namun teriakan itu rupanya terdengar oleh si Agus yang duduk disebelahku. Si Agus tersenyum kemudian mencibir mengejek. Dia rupanya tahu kalau Aku sedang jengkel. Dia tahu kalau Aku sedang sedih dan kecewa.

Ya, memang dia tahu karena dia berjalan dibelakangku ketika mengantri mengambil makan parasmanan tadi. Dia melihat jelas ketika Aku mengambil daging gepuk yang paling besar. Dan sudah pasti si Agus tahu kalau daging gepuk yang paling besar itu ternyata bukan daging. Daging gepuk itu ternyata laja.

Dikirim Lewat Facebook
Oleh
Ade kusmana

ade kusmana