Catatan si odoy February 18, 2016 at 11:08AM

Ketika saya sadar, saya berada disebuah ruangan. Terbaring disebuah tempat tidur. Ada beberapa orang berpakaian serba putih. Sebotol infus menggantung diatas kepala saya. Samar-samar saya melihat seorang wanita duduk disamping tempat tidur saya. Jemarinya menggenggam erat tangan saya.

“Kokom!” Serak suara saya memanggilnya.

“Saya Lenny!” Jawabnya dengan suara yang juga serak. Namun saya merasakan jemarinya semakin erat menggenggam tangan saya.
Saya memandangnya. Mengamati lebih seksama siapa yang duduk disamping saya. Mata saya kini bisa melihat lebih jelas. Dia ternyata bukan Kokom. Walau matanya sembab bekas menangis, dia jauh lebih cantik dari Kokom. Kulitnya bersih dan sangat mulus.

“Saya sangat menghargai usaha yang telah akang lakukan. Walaupun anak saya gagal diselamatkan, saya kagum atas keberanian akang yang mau berusaha menolongnya. Akang begitu berani, sementara yang lain hanya bisa menjerit-jerit dan diam mematung dipinggir sungai. Tidak ada yang melakukan tindakan apapun ketika anak saya dicabik-cabik buaya itu.” Matanya yang sembab kembali berkaca-kaca. Terisak, kemudian menangis keras sambil memeluk saya.

Sementara wanita itu terus menangis, saya mencoba mengingat peristiwa apa yang telah terjadi. Saya mulai bisa memgimgat peristiwa itu. Waktu itu saya sedang berbincang-bincang dengan Kokom dipinggir sungai. Kemudian saya berlari kencang, memanjat besi jembatan dan langsung melompat kesungai ketika mendengar jawaban dari Kokom yang telah menolak cinta saya kepadanya.

Dikirim Lewat Facebook
Oleh
Ade kusmana

ade kusmana

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s