Ditulis Oleh Icha Fairisa Mamusu

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Menunggu

Bulir air menetes dari genting. Tanaman di pot-pot samping rumah masih basah. Aku diam menyimak dua ekor pipit yang tengah asyik mematut-matut kaki di ranting pohon.

Hujan sudah usai, ia belum juga datang. Satu jam. Bosan, tapi harapku besar untuk menunggunya sore ini. Baiklah, 15 menit lagi. Huft.

Aroma kopi menelisik, begitu sempurna menggodaku. Ah, tapi bukan itu yang aku ingin.

“Kamu mau kopi, Dek?” Tanya Kakak.

Aku menggeleng.

“Kamu menunggunya lagi?”

Aku mengangguk.

“Mau sampai kapan?”

Aku hanya tersenyum, bingung.

15 menit berlalu. Wajahku tertunduk. Semangatku pudar. Kakak yang duduk di sampingku hanya tersenyum begitu riang karena kerut di wajahku.

“Nah, itu Dek yang kamu tunggu sudah datang.”

Aku mendongakkan wajah. Menatap arah yang ditunjuk Kakak. Senyumku sempurna terlukis begitu manis. Mataku berbinar. Segera aku berlari menghampirinya.

“Bang, siomaynya satu.” Kataku dengan semangat.

Asap dari dandang siomay mengepul begitu menggugah selera apalagi ditambah dengan aroma saus kacang. Huum yummiii.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s