Ditulis Oleh Wahyu Yudiana

Lewat
Puisi

Facebook photo

melayang jauh alam sadarku terbang
hingga hinggap pada sebuah titik pijakan
ketika aku harus kembali tentukan arah
ketika aku harus bertahan dalam derasnya angin yang menghembus
diatas pijakan ranting-ranting tua yang hendak patah
sampai akhirnya aku jatuh dan terkulai…
tuhan….
betapa kejamnya suatu kenyataan
betapa perihnya hati dan perasaan hambamu saat ini..
ketika sebuah kepercayaan
tatkala sebuah kasih sayang
dimana sebuah bahtera rumah tangga
dikhianati dan didustai dalam waktu yang begitu lama..
kau …..
kau… yang selama ini aku sayangi.
kau… yang selama ini aku hargai
kau… yang kupuja dan kagumi
kau… yang katanya tegar dalam kondisi apapun
kau yang sangat aku banggakan
karena perjuanganmu kini
karena pengorbananmu atas nama keluarga
karena upayamu kini untuk dan atasnama kebahagiaan
namun…..
sangatlah kusesali
dulu kau bilang bahwa kau akan setia
dulu kau bilang bahwa hanya ada aku dan buah hatimu
dulu kau akan menjaga kesucian dalam keluarga kita
padahal….
dalam kenyataan ketika kau bilang semua itu
hatimu telah berlabuh pada pria yang lain
berlabuh pada suami orang lain
berlabuh pada teman dan rekan suamimu sendiri
walaupun hal tersebut masih dalam batas kewajaran
walaupun hal tersebut hanya sebuah pengalihan emosi
walaupun hubungan tersebut hanya sebuah komunikasi semata
namun….
perihnya hati…
lukanya perasaan….
sakitnya jiwa yang teramat dalam..
masih terus menghantui langkah dan geraku saat ini..
tuhan….
maafkan aku sebagai seorang suami
yang tidak bisa menjaga
yang tak mampu membina
yang tidak punya daya dan upaya
namun jika….
masih tetap aku harus bertahan
hilangkanlah rasa sakitku ini
angkatlah kepedihanku ini
jauhkanlah kekecawaanku ini
demi dia buah hatiku
demi masa depannya
karena sejujurnya…
senyumnya adalah kebahagianku
tawanya adalah hal paling terindah dalam hidupku.
anaku….
papamu akan selalu ada disampingmu
dalam kondisi apapun
dan akan terus melangkah
menjagamu… karena ku yakin…
kau akan tetap bersama
dalam suka dan duka
kau akan mengikuti kemanapun papa pergi
kau akan tetap setia bersama
walaupun….
dalam kondisi bahagia
dalam kondisi sedih
dalam posisi miskin
dalam posisi kaya
anaku…
kuatkan papamu…
semangatilah papamu…
biarlah semua harta dan benda hilang dari papa
asal kau selalu ada dan tersenyum di samping papa.
karena seutuhnya… kaulah harta utama yang paling berharga …

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s