Ditulis Oleh Elank Tak Bersayap

Lewat
Gudang Puisi

Facebook photo

CINTA AISAH I (Antologi “Armada Cinta di Gurun Asmara”)

Hidup sulit mati tak mungkin.
Itu yang aku yakin.
Setelah lama terpisah.
Dari cintamu wahai Aisah.

Tidurku tak lagi nyenyak.
Makan pun tidaklah banyak.
Sehingga aku menjadi kurus.
Sekecil kapur barus.

Menangis tak lagi bisa.
Air mata habis tanpa sisa.
Hanya tinggal melukis takdir.
Sembari menunggu ajal hadir.

Quatrain _ Sajak 4 Seuntai.

Krui Selatan, 11 November 2014.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s