Ditulis Oleh Puja Wardana

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Tiga Jam antara Bandung-Jakarta #

Gadis cantik, duduk di sebelahku. Hidungnya mancung, bibir indah merekah. “Woww…! Terawang gila bermain dikepalaku. “Maaf mas, karcisnya?” Kondektur membuyarkan lamunan. “Oh, iya!” jawabku. “Dua mas?” Tanya kondektur sembari melirik si gadis di sebelahku. Di saat yang tepat, si gadis berpaling sembari tersenyum. “Nda ko mas, kita masing-masing! Mana karcisnya?” Suaranya yang lembut, buat jantungku berdetak kencang.

Kucuri-curi pandang, seakan melihat jalan di balik jendela. “Ya ampun, cantiknya!” Gelisah, mencari cara untuk bertanya. Pluk, handphonenya jatuh tepat di bawah kakiku. Serasa kompak, kami sama-sama mau memungut handphonenya. Beuh, mirip iklan di Televisi! Tangannya dan tanganku bertemu di bawah kursi bus. “Maaf mas, makasih ya!” Ahh, senyumnya bak bidadari.

“Di mana Jakartanya, de?” Awal dialog sebagai jurus pembuka. “Cempaka Putih,” jawaban menggelitik, membuat terus bertanya. Tiga jam antara Bandung-Jakarta serasa kurang, bayangannya hilang di terminal antar kota.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s