Ditulis Oleh Mel Ailadhy

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Kawan Lama #

“Sari. Kamu ingat Zakiyah. Teman kita di pesantren dulu?” tanyaku di telepon.

“Tentu saja, aku kan belum pikun,” sungut Sari di ujung sana.

“Tadi dia ke sini. Kasihan! Suaminya sakit parah, butuh uang banyak untuk pengobatannya.”

“Ah, modus! Dia itu penipu. Jangan kasih pinjeman.”

“Teman sedang kesusahan kok diomongin gitu.”

“Suaminya itu tidak sakit parah, tapi hutangnya yang parah karena gagal nyaleg kemarin. Banyak teman kita yang sudah jadi korban. Baru saja Fahira kena dua juta.”

“Salah kali. Ini Zakiyah lho! Santriwati shalehah yang jarang masuk ruang ta’dib itu.”

“Iya. Zakiyah yang itu. Berapa dia hutang ke kamu? Coba deh sekarang telepon dia, pasti nggak bisa. Rumahnya aja pindah-pindah, kok.”

Segera kututup telepon, lalu mencari kontak Zakiyah.

Nomer yang anda hubungi sedang tidak aktif.

Aku mengambil kartu ATM yang baru kugesek untuk Zakiyah, tabunganku tiga juta setengah sekarang hanya sisa lima puluh ribu rupiah.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s