Ditulis Oleh Puja Wardana

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Alam Fatamorgana #

Laila, gadis belia anak wong kaya. Duduk terkurung bagaikan burung, hanya bersuara di dalam sangkar. Harta benda cuma cerita Fatamorgana! “Aku ingin seperti yang lain!” Jiwa Laila seolah ingin berontak.

Satu hari di kala sepi, datang angin menghampiri, “Duhai Laila, usah kau termenung! Jadilah temanku, niscaya kau mampu tersenyum!” Laila tersentak lalu bertanya, “Duhai angin, berikan aku petunjuk! Meski kau tak berwujud, tak apalah… Aku tahu, kau mengerti bahasa hati!” Antara angin dan Laila jadi sahabat, meski waktu tak menentu.

Angin mencoba memberi gambar, satu wujud yang berbentuk. “Inilah aku! Di saat kau rindu, aku ada untukmu! Pejamkan saja matamu, bayangkan gambar yang kuberikan! Dunia luas bisa kau lihat!” Laila tersenyum, menatap gambar yang diberikan.

Hari demi hari, alam fatamorgana menemani. Nampak dari luar, Laila tak berteman. “Senyumnya, entah dengan siapa?” Kata orang yang melihat. Laila bagai tak peduli, angin jadi teman sejati. Ternyata… Alam fatamorgana membuat Laila bahagia!

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s