Ditulis Oleh Chika AnjelljUuna

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

#Fiksi#Kasih Tak Mengerti
Chika dy

Sudut dinding triplek tipis menjadi tempatku bersandar. Bukan lelahataupun takut, tapimemang itulah adanya. Sejenakmenerawang ke ambang pintu depan.
“Chagi, puisi apa lagi yang harus kutulis?” kumenghela napas bingung, hampir dua jam aku bersanding dengan buku dan pena ini namun hasilnya nihil. Tidak adakesepakatan yang menyatu untuk kurangkai menjadi kalimat yang lebih panjang dari kalimat “Aku merindukanmu, Cha.”
Bagaimana bisa? Padahalmataku telah menangkap bayangannya. Tapi, seperti kilat di jalan yang terang; kamu cepat dan tersamar.
Pelipis mata ini seakan kering, kantuk dan hening menjadi undangan khusus untuk kedatangan sepi.
“Aku merindukanmu, Cha.” kuulang-ulang kalimat ini, hampir penuh dua lembar kertas putih. Hingga keringat menetes membuat titik di tulisanku, hingga saat itu aku belum puas memaksa pikiranku tuk bekerja merangkai kalimat yang lebih bermakna.
“Chagi, aku merindukanmu.”
“Lagi? Oh Tuhan, kembalikan saja dia agar aku tak menulis kalimat yang sama”

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s