Ditulis Oleh Tito Wicarda

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi #ILALANG-ILALANG SEPANJANG JALAN#

Sejak malam kabut sutra megaburkan pandangan, seorang pemuda menggigil kedinginan. Pagi buta melangkah melanjutkan perjalanan. Serpihan kaca kerap ditemui, tatapan curiga, selidik sinis dari orang-orang yang ditemuinya, sungguh mengganggu. Tapi dia baikan, seperti kafilah berlalu diantara anjing yang mengonggong. Tekadnya sudah bulat demi hakikat dan marifatnya. Deru debu sepanjang jalanan dia lewati. Mulutnya penuh berdzikir, bertabih dan memuji kuasa Illahi. HIngga tiba di permadani tetumbuhan ilalang sebuah tanah lapang, dia bersujud dengan segala kepasrahan. Meski dari pintu ke pintu mencoba tawarkan nama, secarik ijazah belum bisa memulikan kondisi hidupnya. Tetap semangat, tak putus asa, terus berikhtiar. Meski ilalang-ilalang sepanjang jalan mengahalangi peruntungan nasibnya. Demi waktu, dan demi hidup yang harus diperjuangkan. Pemuda itu mantap, menabur benih kesabaran. Berharap esok lusa menjadi miliknya, pasti tiba bintang terang dan kanmenjadiindah pada waktunya.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s