Ditulis Oleh Sitie Cah Boement

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Tantangan terbesar #

Orang-orang berlalu lalang tiada hentinya. Aku pun jengkel.

“Kalau begini, lebih baik aku berhenti saja. Capek!” keluhku pada Anto. Kerja menjadi OB ternyata sangat melelahkan.

“Mana ada kerja yang gak capek, Don?” jawabnya sembari mengepel lantai koridor Rumah Sakit, “Tidur aja capek!” lanjutnya.

Bukannya membantu Anto, aku malah duduk. Menyesali pilihanku mau bekerja di sini.
Sedangkan kawanku terus saja mengepel, sesekali terdengar ia bersenandung, tanpa peduli pada orang-orang di sekitarnya.

“Ayolah, Kawan. Jangan suka mengeluh. Apalagi bermalas-malasan. Kita syukuri saja apa yang ada.”

Huf. Dengan ogah-ogahan aku menghampirinya, lalu membantu Anto mengepel.

“Kamu tahu gak? Tantangan terbesar bukan saat kita menghadapi kesulitan tapi saat kita melawan kemalasan dan keluhan diri kita sendiri,” bisiknya.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s