Ditulis Oleh Ratnaa Sary

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Cuma Satu #

Dut! Pret! Duuuttt!
Aih, mau muntah sekali rasanya mencium gas alam itu. Ran, sebagai imam di rumah dari tadi bolak-balik Wc tak karuan. Sudah tiga kali. Alhasil batal sudah sholat kami, diulang lagi, Ran kentut lagi, diulang lagi, sholat lagi.
“Mabok gue kayaknya,” ujarku setengah sewot setelah sholat yang ke empat.
“Hehe ….”
“Habis makan apa sih, lo?”
“Kemarin, kan Mami merebus ubi.”
“Iya, tau. Terus kenapa bisa keluar terus gasnya, makan banyak lo, ya?” tanyaku penuh selidik.
“Cuma satu, kok.”
“Satu? Beneran? Nggak boong?”
“Sumpah, deh. Gue cuma makan satu. Satu kilo maksudnya, hehe.”
“….”

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s