Ditulis Oleh Puja Wardana

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Karunia Illahi #

Takala bumi tercipta, tak ada yang sia-sia. Antara malam dan siang, gelap ataupun terang. Semua ada hikmah, begitu kata pepatah! “Mengapa aku tercipta buta!” Mungkin awalnya orang buta kan merana. “Oh, terimakasih Ya Allah! Firasatku lebih tajam dari pedang,” Orang buta kan tersenyum, saat tahu ada terang dibalik gelap.

Ketika rintih dan sedih saling bertindih, luka dada makin mengnganga. Lirih hati seolah bertanya, “Kapan tangisku berhenti?” Hujan pun turun, gerimis penuh misteri. Alam cuma mampu berkata, “Dibalik kemarau akan turun hujan!”

Tawa membahana dari yang cuma mengerti tentang satu masa, “Ha, ha, inilah aku! Dunia ada digenggamanku. Siapa yang mau berguru, datang padaku! Kau, cuma kurcaci kecil yang tak mampu berdiri!” Tawa pun hilang menjelang malam, karena tak mengerti petunjuk bintang. Para kurcaci cuma tersenyum, “Inilah aku! Jika kau pandang, memang tubuhku kecil bagaikan bintang terang di kala gelap!” Sungguh “Karunia Illahi” bagi para kurcaci.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s