Ditulis Oleh Puja Wardana

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Pesawat Tempur #

Burung merpati berbaju besi, terbang rendah tumpahkan darah. Meliuk-liuk tanpa ragu, mendekat ciptakan mayat. Booom…! Tawanya sungguh dasyat!

Banjir airmata dianggap indah, jerit histeris seolah lirik romantis. Yang dia tahu cuma cap jempol tanda setuju, mengngangguk persis burung perkutut. “Good for you!” Celoteh Sang Kapten, tanda wing pun menempel.

Bermain petasan dengan tank, petak umpet pun dimulai. “Woy, Ayo bermain robot-robotan!” Teriak sang pilot menantang pasukan tank. “Siapa takut!” Tuiingg… Duaar! Tuiingg… Duaar! Jawab pasukan tank. Kura-kura ninja berhelm baja, mengendap-endap mau ikutan. “Nih, aku juga punya!” Tuiingg… Boom! Bom molotov pun dilempar. “Kasiaan deh, lu! Mimpi kali yee…” Sang pilot menertawakan kura-kura berhelm baja.

Para penonton dibuat kalut, berlari kalang kabut. Mau pergi pun tak bisa cabut, akhirnya pasrah tanda menyerah. Bendera putih dikibarkan, banjir darah bertebaran. Sayang sungguh sayang, terlalu banyak jiwa melayang. Pesawat tempur tak mau tahu!

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s