Ditulis Oleh Okinohara Shofwani Houvan Syakura

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi #Jangan Ambil Janinku#

“Saya mengerti perasaan Ibu. Tapi … Semoga ini yang terbaik.” Dokter Husna mengakhiri penjelasannya dengan sangat hati-hati. Aku masih termangu. Allahuakbar..! Sungguh, ini pilihan yang sangat sulit. Bagaimana mungkin aku melakukannya? Aku mencintainya. Sudah bertahun-tahun menantikan kehadirannya.

“Saya sih setuju saja, Dok! Untuk apa dipelihara kalau hanya akan lahir cacat! Sungguh merepotkan. Gugurkan saja, Dok. Lebih cepat lebih baik. Berapapun akan saya bayar.” Kata Mas Yanuar sadis dan sinis. Sama sekali tidak mempedulikan perasaanku. Innalillah..!

“Mas? Tega, Mas mengatakan itu?”

“Yang tega itu siapa? Kamu atau aku? Makanya jadi orang yang sehat dong. Tahu kamu penyakitan, aku nggak akan … Aaah, sudahlah. Pusing aku!” Katanya lagi dengan nada tinggi yang sangat menyakitkan.

Ruangan menjadi sunyi. Kami bertiga terdiam, sibuk dengan pemikiran masing-masing. Kebingungan menyergapku kuat. Aku tak berkutik. Ini janinku. Aku tidak mungkin menggugurkannya. Tapi … Jika benar kata dokter, kepalanya termakan sel kanker? ” Allah, kenapa jadi begini? Benarkah kanker hati yang selama ini aku derita juga menggerogoti janinku? Tolong aku..!” Jerit hatiku.

“Bagaimana, Bu?”

Demi Allah. Aku tidak ikhlas. Tapi, tidak punya pilihan lain.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s