Ditulis Oleh Okinohara Shofwani Houvan Syakura

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi #Alhamdulillah Dua Kali#

Alhamdulillah. Sumpah, seumur hidup baru kali ini aku mengucapkan kata itu. Segera masuk Mushalla dan celingukan mencari mukena. Tanpa ba bi bu be bo memakainya dan duduk bersimpuh seolah sedang sembahyang. “Aman, aman..!” Pikirku sekaligus menjadi do’a pertamanku. Percaya aja, aku nggak pernah berdo’a.

Ternyata, benar juga apa yang dikatakan Munah.
“Kalo elo mau aman, lari ke Masjid ato Mushallah. Pasti nggak ada TRANTIB yang bakalan nangkepin elo. Gue dulu juga gitu” Kata Munah. Eh, sayang sekarang sudah meninggal. “Wasiat kamu, sudah kuamalkan, Mun. Jadi kamu yang tenang saja, ya?” Kataku lirih.

Gubraaak..! Suara pintu Mushalla dibuka paksa. Haduuuh, jantungku hampir copot. Itu pasti petugas TRANTIB. Gawwwaaat..!

“Mbak, bisa bantu, Mbak? Tolong jagain anak saya, ya? Saya kebelet ke TOILET” Kata Ibu itu dengan wajah meringis menahan sakit. Mules kali perutnya.

“Alhamdulillah..!” Kali ini aku mengucapkannya dengan mantap dan aneh, sepertinya mulai suka kalimat itu. Semoga tahun depan aku sudah bisa kontrak rumah dan bebas dari status GEPENG. Aamiin.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s