Ditulis Oleh Cicci Motci Sumanti

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # ATM Berjalan #

Sepulang sekolah aku lihat ada nenek di rumah.
Pertanda buruk. Bukan tak suka pada beliau tapi…tuh kan !

“Sebentar lagi Anis lahiran, tapi dagangan suaminya sepi.”

“Insyaallah kami bantu bu. Ibu jangan banyak pikiran ya”, kata bapak.

Kenapa sih bapak tak pernah menolak ?
Mending kalau uang itu buat nenek sendiri.
Baru dua bulan lalu nenek datang minta bantuan modal usaha paman Anwar. Sampai mama mengorbankan perhiasan. Sebelumnya minta bantuan berobat paman Ikhsan, belum sebelumnya dan sebelumnya lagi.
Kali ini apa lagi yang akan di berikan ? Bapak kan tidak punya simpanan.
Pasti uang buat pendaftaran kuliahku nanti…ah !

“Kenapa di kamar terus Rin ? Sana temani nenek”, ucap mama yang tiba-tiba di sampingku.
“Ma, kenapa sih nenek sering minta uang sama kita ? Anak-anaknya kan banyak, udah dewasa. Seenaknya aja anggap kita ATM.”
Mama tersenyum,”Berbakti pada orang tua itu ibadah sayang, biarlah kita di anggap ATM, kan ada Allah yang jadi ATM kita.”

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s