Ditulis Oleh Alif Taff

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

#EventMotivasi
Fiksi #Apa adanya saja #

Sore itu cuaca sedang gerah-gerahnya. Pakde Bejo pun sampai lepas baju karna tidak kuat menahan panas teriknya. Berkipas-kipas di depan teras rumah yang rindang, ditemani nyanyian perkututnya. Saat asyik dia nembang jawi. Tiba-tiba,

“Glek-glek-glek …” suara motor berhenti mendadak.
“Semprool…! Motor anyar gres kok yo mogok barang.” ceracau Tarjo menendang motornya. Kesal.

Karso-teman Tarjo-yang lemot itu mencoba meredamkan gerahnya suasana, lalu berkata,
“Cobo! Tak delok’e bensine jo.”
Tarjo pun mempersilahkan dengan menyerahkan kunci motor miliknya.

“Lhawong tangkine wae garing sring ngono loh, yo mesti raiso mlaku to Jo… Jo.” sambungnya.
“Ealah gusti… Wingi wes tak tukokne bensin kebak, kok yo cepet entek to!” Tangan Tarjo memegang kepala, menahan panas amarah.

Motor sport 2T itu memang cepat haus bensin, apalagi semalam Tarjo jalan-jalan keliling kota dengan pacarnya.

“Enek opo to le?” tanya Pakde Bejo mendekati keduanya.
“Iki lho… Motor anyare Tarjo ora gelem melaku Pakde!”
“Thaak!”
“Ojo banter-banter lapo yen iki duwekku! ngisin-ngisini aku wae.” gerutu Tarjo, menjitak kepala Karso.

Karso hanya nyengir kuda, antara menahan sakit dan bingung harus jawab apa.

“Kreek… Kreek…” suara derit sepeda onta, mendekati mereka.
“Monggo, Pak Bejo…” sapa ramah lelaki kurus nan tua, mengayuh pedalnya.
“O… Injih monggo Lek Men… Badhe tindak pundhi?” tanya Pak Bejo. Tersenyum.
“Badhe tindak warunge Bu Mar.” ujarnya.

Setelah Lek Men dan sepedanya menjauh dari mereka, Tarjo menyuruh Karso membeli bensin.
“Zowes, tukokno bensin nang warunge Bu mar sek yo!?”
Saat Karso menunggu Tarjo kasih uangnya.

“Oalah to le… le. Jamanku biyen ora enek bensin, tapi yo iso dolan. Najan numpak sepedah. Tur ora enek ceritane kethak-kethakan karo konco koyok kowe-kowe kuwi.” tutur Pakde Bejo.

Dua bujang itu serempak langsung bertatap muka setelah mendengarnya. Karso hanya menampilkan dua gigi depannya yang sedikit maju, dan Tarjo menahan raut mukanya yang merah padam.

“Lha endi duwite?” sahut Karso.
“Dompetku isine mung limang ewu eg So. Aku utang duetmu sik yo?” jawab Tarjo menahan suara. Lirih.
“We lha dalah!.. Duwe motor anyar, neng ora gableg duet yo podo ae! Ora kuat tuku bensin. mending aku, ora duwe motor apik! neng opo enek’e. Ora kakean gaya!”

Kini giliran Tarjo terdiam tak bisa menjawab sindiran kawan karibnya itu. Tarjo seperti di makan gengsinya sendiri.

06/11/2014.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s