Ditulis Oleh Ratnaa Sary

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Beranda Rumah #
Beranda rumah terbuka, tubuh ringkihmu meringkuk di kursi yang dianyam dengan bambu. Udara dingin menelisik kulit keriputmu yang mengering, sesekali kau melirik keluar, memastikan anak semata wayangmu yang telah pergi itu kembali.
Ke mana anakku?
Kau bergeming menatap potret hitam putih itu, menitihkan air mata tanpa menyekanya.
Seharusnya ibu tak membiarkanmu pergi, Sayang, seharusnya kau tak mengulangi kesalahan ibu.
Sekali lagi kau mendesah, membiarkan rasa lelah itu pergi dan kembali menatap potret putrimu yang pergi dengan berbadan dua tanpa hadirnya lelaki sebagai suami.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s