Ditulis Oleh Nandang Sofyan Priatna

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Cinta tidak kenal usia, betul kah? #

“Rindukah dia seperti aku” ditatap poto dirinya yang bergandengan dengan wanita muda belia itu.
“Ragukah rasa dia, seperti aku rasa?” diletakkannya poto di meja. Pa Irfan berdiri, tapi tak’ merobah posisinya tepat di depan meja ruang kerjanya.
“Bertanyakah dia seperti aku bertanya pada diri ini?” diambil kembali poto itu lalu didekap di dadanya.
“Ah…tak’ merasa malukah dia dengan usiaku yang tua, seperti malunya aku pada diri ini?” gumannya sambil melihat wajahnya di cermin, lalu disisirnya rambut yang hampir habis dimakan usia.
“Pantasnya dia jadi anakku. Hentikan saja hubungan ini. Ya…ya…,tapi hati dia samakah dengan hati ini?” Pikiran pa Irfan berkontradiksi dengan hatinya.
Ringtone berbunyi, sebuah pesan singkat; “Pa…kutunggu di gerbang sekolah!” pa Irfan tertegun sejenak, tapi dengan cepat tangannya merogoh konci mobil di saku. Tak lama kemudian Honda Jazz melaju kencang menuju arah selatan yang mana seorang wanita muda belia sedang menantinya.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s