Ditulis Oleh Azizul Aazoel

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi #Ubi #

Sandro tiba di kampungnya. Udara segar, alam nan hijau, menyambut kepulangannya. 14 tahun cukup lama Sandro tiada pulang atau memberi kabar.

Kini bocah kampung itu telah tampil beda. Dulu kulitnya hitam terhimpit matahari, kini putih bertabur hanbody. Anting perak tersemat di telingga kiri. Sebagai orang udik, kedua orang tuanya risih dengan penampilan anaknya.

“San. Penampilanmu kok mirip si Uci ya? Pake kalung, pake anting. Lepas ya! Emak jadi malu melihatnya.” Nasehat Mak Rima membuat Sandro menurut dan segera melepas atribut ke kotaannya.

Esok pagi, udara dingin khas Desa yang berada di leteng Merapi, mulai ramai oleh kesibukan penduduknya . Sandro duduk sambil memdekap mantel tebal. Segelas kopi jadi teman penghangat. Emak datang membawa makanan..

“Apa ini, Mak?”

“Ubi rebus kesukaanmu dulu.”

“Nama yang aneh. Roti selai nggak ada, Mak?”

“Waduh! Dulu kamu Emak hidupi dengan ini. Jangan sombong kamu, San!”

“Sabar! Sandro cuma nanya! Mak. Ubi ini, rasanya gimana?”

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s