Ditulis Oleh Zév Myzoul

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # KEABADIAN #

Perempuan berkemben dan berpayung hitam itu telah menarik minatku untuk mengamatinya. Cantik. Kesan pertama yang menggoda. Tatapan matanya lurus, suara bising dari jagat raya seolah tak berdaya untuk merayunya. Seulas senyumnya, samar-samar dapat kupahami sebagai undangan terselubung. Tiba-tiba aku ingin bersajak untuk dia. Tengah hari bolong, dengan matahari satu senti di atas ubun-ubun. Membuat otakku seencer bubur, untuk mencerna sebait puisi. Dan…, a-ha. Senyumnya melebar, aku terpesona untuk secara sadar menulis tujuh bait lagi. Dan lagi-lagi. Senyumnya menjadi sebuah tawa. Tawa renyah yang mampu merontokkan matahari di musim semi. Nalarku tercabik saat
perempuan berkemben dan berpayung hitam itu direbut paksa oleh pemenang lelang. Dia bagiku, menjadi sebuah keabadian dalam seratus bait sunyi yang mampu kuukir bersama rasa sakit.***

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s