Ditulis Oleh Tantri Puji Lestari

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Kursi Goyang #

Terlihat kursi-kursi menjerit di ruang pesakitan. Penuh caci maki pada manusia. Gaduh dengan ulah petinggi yang ricuh.

“Serakah!” hujat mereka.
” Masa’ tukang sate dikuliti di meja hijau!” Kursi pembela menohok halus kursi jaksa. “Lhah, emang gitu! Makanya, tukang sate
fokus aja sama s-satenya!” Kursi jaksa tak mau kalah, ia tersenyum membanggakan sosok yang mendudukinya.
“Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Rakyat itu Bosnya Indonesia. Presiden itu,
tangan kanannya.” Kursi pembela memonyongkan bibir. Lalu menunjukkan selembar kertas yang bertulis Undang-Undang Keadilan.

“Oh, jadi maksud kamu, presiden itu pembantu rakyat, gitu?” Bibir kursi pembela miring ke kiri menanggapi perkataan kursi jaksa.

“Iya-lah! Salah satunya kita, pembantu mati dalam jabatan!”

Hkg, 06/11/2014

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s