Ditulis Oleh Ria Ashri Farrija

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Senja Yang Membangkitkan Kenangan #

Sore ini, aku dan dia duduk diatas perkebunan teh sembari menatap senja. Suara gemericik daun dan ranting yang saling bergesekan, ditambah angin menari berlalu-lalang, membuat suasana semakin nyata.

”Terimakasih, Riana. Aku tak tahu harus mengucap kata apalagi padamu.” tandasnya sembari melilit rumput yang sedari tadi ia mainkan.

”Tak apa, Ferd. Aku rela melakukannya semua. Anak-anakmu masih sangat butuh kasih sayang seorang Ibu.” kubalas dengan senyum tulusku. Ia kemudian menatapku untuk membalas senyuman yang tadi kulemparkan.

Tatapan matanya menjelma seketika untuk lebih dalam menatapku.

”Jika mengingat semuanya, aku merasa menyesal. Kenapa dulu aku tak bersamamu saja?” helaan napasnya memberat. ”Aku memang bodoh. Namun, aku heran denganmu. Orang lain yang mengalami hal sepertimu harusnya sakit hati,”
”Masalah itu tak usah dibahas kembali. Kita sebagai teman harus saling membantu. Bukan begitu, Ferd?” kucoba menatapnya tegar tanpa membayangkan kembali peristiwa lalu itu.
”Teman? Aku yakin rasamu padaku lebih dari teman. Kau tidak bisa membohonginya, Riana. Aku tahu persis.” ia berbalik menimbal ucapanku.

Aku terbisu sejenak. Ingatan itu kembali bermain. Rasa perihnya belum, dan tak kan pernah lenyap. Kubalas tatapannya dengan tatapan yang berjuta-juta lebih dalam dari tatapannya.

”Jika kau tahu semuanya sejak dulu, kenapa kau mengacuhkanku, Ferd? Apa maksudmu?”

Kalimat yang kuucapkan itu membuat senyap seluruh bagian perkebunan seketika. Ia memalingkan wajahnya ke arah matahari tenggelam. Aku pun tak bisa lagi menahan bulir yang semakin tak tahan untuk segera membuncah keluar. Gemetar hebat dalam hati ini sungguh membuatku tak bisa berlama-lama bersamanya. Aku pun langsung pergi ke kamarku.

Ferdi hanya menatap kosong.

Senja itu, senja yang membangkitkan kenangan kami. Kenangan tentang penyesalan atas pilihan hidupnya, kenangan tentang perasaan sesak dalam dadaku, yang kembali menggelora saat itu juga.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s