Ditulis Oleh Okinohara Shofwani Houvan Syakura

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi #The End#

Harus berakhir. Aku nggak mau hidup lagi. Harus mati. Silet … Ya, itu jalan satu-satunya. Setidaknya biarpun bunuh diri, aku nggak mau terlibat narkoba dalam bentuk apapun. Biar arwahku nggak terlalu bergentayangan.

Tangan mulusku, maaf ya? Aku harus menyayatmu. Sekarang juga! Mau tahu kenapa? Aku lelah..! Mas Mujab memang bedebah. Dia benar-benar pengkhianat! Dia meninggalkanku dalam keadaan begini.

“Aaa..!”

Kusilet dengan sepenuh hati dan perasaan. Darah mengalir deras dari pergelangan tanganku. Aku meringis menahan perih namun tersenyum karena berharap segera mati.

“Mama … Maafkan Oca. Oca sayang sama Mama” Begitu yang kuucapkan sesaat setelah Mama mengucap salam di telepon. Segera kututup tanpa menunggu jawabannya.


Pandanganku sedikit kabur. Rasanya mata ini terlalu berat untuk kubuka.

“Oca, kamu sudah bangun, Sayang? Syukurlah kamu selamat, Nak. Lain kali jangan kamu ulangi lagi ya, Sayang.” Suara Mama di sela-sela tangisannya sambil memelukku erat.

“Whaaat? Jadi aku masih hidup? Bedebah..! Aku pikir sudah the end!”

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s