Ditulis Oleh Noey Holis

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Namaku Tegar #

Menikmati senja, berteman mendoan dan secangkir teh manis hangat. Teringat sahabat, sudah lama tak saling sapa.

Tulalit, tulalit… ‘Handphone’ku berbunyi.
“Assalamu’alaikum, dengan siapa ya?”
“Akh, masa lupa suaraku, Za,”
“Maaf, aku benar-benar lupa. Dan ini nomor yang tidak kukenal,”
“Aku, yang selalu bermain pasir bersamamu. Berlari, tertawa, berbagi cerita kala senja di pinggir pantai,”
“Tegar?”
“Ya… Apa kabar Za?”
“Baik, aku masih disini. Menunggumu. Kapan mau pulang? Emak rindu celotehmu,”
“Secepatnya Za, aku ingin bertemu kamu, emak dan semua kenangan kita,”
“Mengapa suaramu berubah, Tegar?”
“Aku sakit, Za … Nanti kuceritakan bila sampai disana,”

Pertemuan itu, pertemuanku terakhir dengannya. Ia mengidap kanker hati. Tuhan lebih menyayanginya.

“Namaku Tegar, Za. Aku harus kuat, keluargaku tidak ada yang tahu mengenai penyakitku ini.” Ucapan terakhirnya.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s