Ditulis Oleh Neni Yuhaenah

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # HARGA DIRI #

“Tega ya, kamu meninggalkanku tanpa sepatah kata pun. Mengapa kamu tak pernah mempercayaiku? Aku benar-benar tulus mencintaimu!” Katanya dengan nada tinggi, penuh emosi. Bukannya aku tak mengerti dengan apa yang dia rasakan, tapi perasaan terhina oleh orang tuanya, memaksaku untuk tidak menemui dan berkomunikasi lagi dengan dirinya.
“Tinggalkan dan jauhi anakku. Anggaplah uang ini sebagai penggantinya!” Dengan pongah Ibunya melemparkan uang dalam amplop tebal ke arahku. Aku tertegun, terhenyak, tak menyangka sedikitpun Ibunya akan berbuat seperti itu. Kukatupkan rahangku, kubusungkan dadaku, kukeraskan hati untuk menjaga air mataku terjatuh. Dengan tenang kuambil amplop yang tadi dilemparkan dan kuserahkan kembali kepadanya.
“Ibu yang terhormat, meski aku bukan dari keluarga yang berkecukupan, tapi aku tak membutuhkan pemberian dan belas kasihan dari Ibu. Jangan khawatir, tanpa uang itu aku akan meninggalkan anak Ibu dengan sukarela. Simpanlah uang itu, mungkin suatu saat Ibu akan membutuhkannya.” Kataku sambil menegakkan kepala, menyembunyikan perasaan yang berkecamuk dalam dada.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s