Ditulis Oleh Mel Ailadhy

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Semangat Eyang Uti #

“Ustadzah yang sabar, ya! Mengajari saya.”

kalimat itu seolah menjadi hal yang wajib diucapkan sebelum membaca basmalah.

“Iya. Eyang Uti juga harus sabar belajarnya,” kupegang tangannya, memberi semangat.

Namanya Bu Salimah, usia 64 tahun. Di LKBA Al-Af’idah ini, semua memanggilnya Eyang Uti.

Belajar di usia senja, bagaikan mengukir di atas air, itu memang benar. Ini sudah bulan keempat dan Eyang Uti masih tertatih-tatih mengeja huruf-huruf hijaiyyah. Kemarin sudah hafal beberapa huruf, dan sekarang sudah lupa lagi.

“Apa Ustadzah yakin saya bisa?” tanyanya suatu hari.

“Jika Eyang Uti bersungguh-sungguh belajarnya, tentu saja bisa.”

kalimatku dibingkai dalam hatinya. Orang lain di posisinya sudah banyak yang menyerah. Tapi tidak dengan Eyang Uti.

Lalu di bulan kedua puluh enam, seulas senyum menghiasi bibirnya, “Alhamdulillah, akhirnya Allah mengijinkan saya membaca kalam-Nya,” bulir bening mengalir di ujung matanya yang keriput ketika tangannya membuka lembar pertama Al-qur’annya.

~Man Jadda Wa Jada~

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s