Ditulis Oleh Lara Shina

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

Fiksi # Kapok #

Jantung Shina berdebar hebat, ketika motor yang dikendarain Arief kekasihnya hendak masuk jurang. Gegara lubang kecil sepulang dari melihat pertunjukan pasar malam. Padahal jalanan cukup mulus. Tubuhnya panas dingin, ketakutan. Suasana sepi. Jam di ujung layar HP menunjukan setengah duabelas malam.

“Sayang, jangan nangis. Tenang, ya?” Arief pun memeluk tubuh Shina.

Hikz … “Ini salahku! Coba tadi kita ….”

“Hussst! Udah. Lain waktu jangan kita ulangi lagi. Maafkan aku.” Arief pun dengan segera memotong ucapan kekasihnya.

Shina terus terbayang bagaimana jika sampai kecelakaan itu terjadi. Apa yang akan dikatakan kepada ke-2 orang tuanya. Pasalnya, ia beralasan untuk pergi ke rumah Santi setelah meminta keponakannya tersebut berbohong perihal keberangkatannya melalui telefon. Tanpa ia sadari, kebohongannya hampir merenggut nyawa dan menghancurkan kehidupannya sendiri dalam waktu sekejap.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s