Ditulis Oleh Fadlun Sahel

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

mawar ungu

#Fiksi# — IBU TANIA —

Hari ini, aku sedih sekali.Gara gara ibu Tania, guru matematika di sekolahku akan pindah ke sekolah yang lebih bonafid.Sekolah Global Insani.Padahal dia baru setahun mengajar di SMP Permata Bunda. Sebuah sekolah yang tidak begitu populer dengan fasilitas seadanya.
” Kenapa ibu, harus pindah dari sekolah, ini?” Tanyaku dengan mata berkaca kaca.
Ibu Tania meraih tanganku dan menggenggamnya dengan lembut.Dia memandangi aku tanpa berkedip. Sebutir air mataku, jatuh menuruni pipi kananku.
” Udah dong sayang, jangan sedih. Rara khan udah gede.” Perempuan muda itu menghiburku.
” Bu guru belum menjawab pertanyaan Rara.” kataku dengan nada merajuk.
” Ok, Ra! Jadi gini, ibu pindah karena ….
” Karena apa, bu Tania? Karena gaji di sekolah ini kecil ya? tidak mencukupi untuk biaya kuliah ibu Tania khan?”
Ibu Tania kaget mendengar ucapanku. Air mukanya jadi berubah.
” Si..si..siapa yang ngomong gitu? Kamu dengar darimana Rara?” Ibu Tania nampak gugup menanggapi perkataanku yang mungkin kurang sopan atau tidak pantas. Aku memang sadar , sekarang ini aku berhadapan dengan seorang guru yang harus kuhormati. Dan seharusnya perkataan itu tidak keluar dari mulutku. Entahlah, aku juga tak mengerti mengapa mulutku tak bisa direm. Mungkn karena selama ini, kedekatanku dengan ibu Tania sudah seperti dua orang saudara kandung.
Kami begitu dekat, bukan hanya di sekolah. Tapi diluar jam pelajaran sekolah. Ada yang lain kurasakan selama ini, ketika setiap saat berdekatan dengan beliau. Wajah dan sikapnya mengingatkan aku pada almarhumah kakak kandungku, Kak Sheila.Dia juga seorang pengajar di sekolah ini tiga tahun yang lalu. Dia meninggal akibat radang otak. Sungguh suatu pukulan yang berat bagiku kehilangan kakak semata wayang.


Kesedihanku lambat laun terobati semenjak kehadiran seorang guru baru yang wajahnya bagai pinang dibelah dua dengan kak sheila. Aku jadi semangat lagi menjalani kehidupan ini semenjak ada ibu Tania. Tapi sekarang dia mau pindah dari sekolah ini. Alasannya karena ….
” Rara, kamu dengar darimana alasan kepindahan ibu dari sini.” Suara ibu Tania membuyarkan lamunanku.
” Dari kakak kakak kelas tiga.”
” Ibu gak tau harus ngomong apa.Tapi memang kenyataan seperti itu.” Kata ibu Tania akhirnya.Dia mengakui bahwa gajinya tidak cukup untuk membiayai kuliah.Terkadang dia harus mengajar di dua tempat sekolah yang berbeda untuk tambahan uang kuliah. Dan itu sungguh suatu beban yang berat.Dia merasakan kecapean yang luar biasa, karena sesudah mengajar di dua tempat, dia harus ke kampus lagi untuk kuliah.
” Kebetulan kemarin ibu Tania udah menerima surat panggilan kerja dari Sekolah Global Insani.Jadi ibu harus siap siap sekarang.Ibu mau pamitan dulu pada teman temanmu.”
“Oyah bu, ini surat buat ibu. Tolong dibaca ya bu?” Aku mencoba tegar dan tersenyum.Walau guratan kesedihan masih tergambar jelas. Aku harus ikhlas melepaskan perempuan yang sudah kuanggap pengganti kak Sheila.
“Buat ibu?”
“Ya…bu.Itu surat cinta buat ibu Tania.Nanti ibu akan tahu semua tentang perasaan saya pada ibu Tania.”
Ibu guru Tania memandangi aku dengan tatapan aneh, tapi dengan senyum manisnya yang mirip kak Sheila.
Ah…Ibu Tania, aku sayang kamu! Kataku dalam hati.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s