Ditulis Oleh Defri Ar-Rahman

Lewat
Gudang Puisi

Facebook photo

UNTUK TUAN DI KHITAB JANJI

Bendera KUNING telah berkibar TUAN
gagak putih datang menyahut menyabut kabar
tentang hati
tentang harga diri
yang terinjak diinjak sumpah
terbunuh sebilah rumput di ujung kabut
terkubur disayat mimpi
diazab sepiring JANJI

Aku muak TUAN..!!!
menunggu perobahan taqdir yang pasti mungkir
menanti sepiring janji sampai mati
mengolah nasib dari mulut menjadi carut marut
meperjuangkan hak sebagai wayang
bertahan hidup di jaring laba-laba
Aku sabar
Tapi tidak sebagai manusia
OTAK TUAN membakar ilalang; menyiram api tungku kami
BUJUK TUAN halus menikam PERTIWI; mengunyah rumput ternak kami

Tuan…!
Apa harus kusinsing kulit ini agar dapat KAU lihat budak jelata tanpa daging pembalut tulang?
atau KAU ingin lihat isi dada anak dagang ini?
tak perlu KAU malu, isinya bukan EMAS atau PERUNGGU
hanya sebait JANJI yang KAU tumpuk hingga BUSUK menjadi SUMPAH yang berkarat

Tuan…!
Engkau bisu atau sekedar tuli?
dengar AKU…!
bukan putih nasi yang buat aku kokoh berdiri tanpa kayu
bukan hitam hati buat aku tikam teman makan lawan
bukan geram jantung buat aku bangun dari mati
bukan itu TUAN
bukan.
Tapi,
JAWAB DARI KHILAFMU, telah BUAT IBU PERTIWI MATI SURI
hanya itu
hanya itu, ITU buat aku gila tanpa raga, bicara tanpa NURANI
karna itu KAU yang PINTA

Tuan
Kenapa?

TUAN…!
itu dariku, surat yang tak terbaca
mungkin masih terselip di hatimu atau telah dimakan anak binimu.

Karya: Defri Ar-Rahman

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s