Ditulis Oleh Iwan Hanjuang

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Waltz di Legian #

Irama Waltz berkumandang meneliksik ruang pesta. Lagu Blue Danube. Kadang sesekali gelap merambah suasana. Sinar laser berkelebat lupa berpijak. Trring! Suara gelas slowki beradu. Toas. ““Congratulations my friend take marriage.” Seorang bule berteriak, telanjang dadanya tak berbaju. Bau whisky, wine, sampanyepun bercampur berahi. “ Selamat menempuh hidup baru ya,” ada seseorang berteriak. “ Selamat tinggal perjakaku,” seorang wanita memakai rok mini yang seronok menimpali. Dansa terakhir saling memeluk, genggam jemari dan hangat pagutan bibir. “ Mia, dimana kamu.” Laki-laki yang baru saja jadi suaminya berteriak setengah mabuk. Tidak mereka hiraukan dekapan makin erat dan linangan air mata. Irama Waltz telah sampai Alfine,” Cinta kalau suatu saat aku menjanda bagaimana?” bisiknya bergetar serak. “ Aku akan setia menanti sampai kapanpun cintaku, selama hayat dikandung badan. Bum..!!Gelegar.!! suara bom meledak. Jerit tangis menyeruak langit. Daging, darah berceceran, mayat berserakan. Namun sepasang mayat berpelukan erat dengan untaian senyum dibibirnya.Langgeng.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s