Ditulis Oleh Iwan Hanjuang

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Interlude #

Dulu kita pernah saling meraba jalan. Mengukur bayang-bayang jatuh, sementara angin November memutih di udara.Saat itu genggaman jemarimu menghangatkan sukmaku meski hari beranjak senja.Kita mencari nama-nama dibatang cemara, tapi telah terhapus oleh debu dan hilang ditelan rayap. Kau berbisik,” Jalanan mendaki telah kita lewati, tapi aku harus berangkat juga.” harum nafasmu melatiku.Di arransemen ini kita berpisah, tanpa sempat berpuisi lagi tentang indahnya cinta, partiturnya telah sampai pada coda. Selamat Jalan kasih.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s