Ditulis Oleh Iwan Hanjuang

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Serenade Terakhir #

Bertemu kamu untuk kesekian kalinya sangat sempurna, ada sebungkus rokok, kopi hitam, kamu, dan obrolan kita berdua. Seperti malam ini. ” Hai cinta!” Aku menoleh. Kamu tersenyum manis sekali.
”Hai juga cantik,” aku menjawab. Kamu selalu mesra ketika memanggilku. Malam semakin merambah tapi larut dalam kegembiraan. Saling genggam jemari. Sesekali kita saling dekap. Pandanganmu penuh cinta tatkala habis apa yang diceritakan.
Kamu meliat jam tanganya, aku mengerti. “ Malam ini kita sudahi dulu ya, sudah hampir subuh,” aku berbisik ketelinganya. “ Kita pasti bertemu lagi ya say?” diapun berbisik mesra ketelingaku. Waktu pulang aku lihat pelayan Café membereskan asbak dan satu gelas bekas kopi. Aku berdiri memandang pintu keluar. Kamu berjalan keluar dan lenyap menjadi debu. Tinggal aku sendirian menyisakan senyumnya yang menawan.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s