Ditulis Oleh Nandang Sofyan Priatna

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Calon Mertua #

“Bang…Ayah dan Ibu ku selalu bertanya!”
“Apa katanya?” jawabku sambil membelai rambutnya. Ia tersenyum manis dipelukannku.
“Kapan katanya ke datang ke rumah?”
“Kapan ya?” Aku balik bertanya. Kemudian hening.Sejenak aku berfikir keadaanku dengan dia; usia yang beda jauh…jauh sekali perbedaannya. Sepantasnya aku jadi bapaknya. Karena memang awalnya dia sebagai anak asuhku. Tapi entahlah jadi demikian adanya, saling mengisi kerinduan.
“Biar kan cinta tidak mengenal usia” katanya sambil mencubit pelan membuyarkan lamunanku.
“Oh…iya… ya besok abang temui kedua orang tuamu!” jawabku. Ia tersenyum bahagia.
Ke esokan harinya.
“Bang perkenalkan ini ibuku!” katanya manja. Duk! dadaku seolah kena jotos kepalan tinju, saat bertatapan dengan wanita yang dua puluh dua tahun silam pernah merebah di pelukanku.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s