Ditulis Oleh Nandang Sofyan Priatna

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

FIKSI # Kerudung Pink #

Ia selalu tersenyum dibalik kerudung pink yang ia pakai disetiap kamis malam saat pengajian. Bunga asmara seolah berhamburan dari dalam dadaku manakala ia berjalan disampingku.
Tak sepatah katapun terucap, dengan hati-hati ku pegang tangannya, ach…terasa dingin ,Ingin berkata tapi tak’urung terjegal senyumnya yg membius benakku. Asmara bersemi dalam diam. Asmara terukir malam yang sunyi. Asmara terasa malam itu dalam dingin.
Ketika sampai di suatu tempat. Aku tercengang melihat keadaan yang begitu indah tersinari cahaya bulan dan bergemerlapnya bintang. Pelan ia melepaskan tangannya dari genggamanku. Lalu berjalan meningalkanku. Ia menoleh dan tersenyum. Seketika ia hilang. “Hah!” aku tersentak.Kugisik-gisik mataku, tetap tak nampak. Dingin malam menyeruak ke seluruh tubuhku. Bulu kunduk ku menari lembut dihembus angin. Dan semakin merinding ketika terdengar gong-gongan Srigala, kemudian di susul suara lembut cekikikkan; “Hi…hi…hi…!” Kerudung pink melintas di depan kepalaku. Aku terkulai lemas lalu terkapar.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s