Ditulis Oleh Nandang Sofyan Priatna

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Memperingati Hari Kemerdekaan #
.
“Merdeka…!” teriak salah seorang lelaki yang berbaris paling depan. Lalu diikuti oleh yang lainnya “Merdeka…merdeka…!” serempak sambil mengacung-ngacungkan bambu runcing. Mereka berbaris dengan mengenakan pakaian roreng. Dengan penuh semanget meneriakan yel-yel. “Indonesia jaya…Indonesia jaya…jaya…jaya…!” dor…! dor…! diikuti suara bedil lodong. Kelihatan si Jaya malah berlari tunggang-langgang, lalu bersembunyi di pot bunga besar yang ada di tlotoar. “Eh…dasar si Jaya orang edan, ha…ha…ha…!” semua tertawa menambah kehangatan suasana pawai hari itu. Dari gang dan jalan perkampungan orang berpakaian serba unik berdatangan memasuki jalan utama. Semakin siang semakin ramai.
“Awas…ke pinggir…ke pinggir…!” pintaku pada mereka yang terus membeludag ke tengah jalan. Aku berusaha mengatur lalu lintas. Tid…! suara klason mengagetkan. “Hah…! Aku tercengang melihat sebuah mobil mercides hitam plat nomor satu melintas, di dalamnya dua orang ploklamator melambaikan tangan sambil tersenyum penuh kebahagiaan melihat hasil perjuangannya sedang diperingati dengan penuh antosias.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s