Ditulis Oleh Agit Pangandaran

Lewat
Puisi

 

Facebook photo

PUISI
GUSUR, GUSUR DAN TERGUSUR (RAKYAT YANG BERNAMA PKL)
Oleh : Agit Pangandaran / #KiGigitSastra

Ini hanyalah cerita usang
kaum kecil yang terbuang
termarjinalkan oleh mimpi lama
yang katanya demi kesejahteraan bersama
tapi apa?
gusur, gusur dan tergusur oleh aturan
yang katanya demi kebersihan
demi keindahan pantai dan lautan
demi memanjakan wisatawan katanya
demi kenyamanan wisatawan katanya
dan akhirnya
gusur, gusur dan tergusur
nasib para pkl di area terlarang
sedangkan solusi masih menjadi misteri
apakah masih ada harapan untuk nasi?

Pangandaran, 2014

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s