Ditulis Oleh Nandang Sofyan Priatna

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Ruangan Gelap #

”Ini air ulaskan pada dada,malam jumat ke sini lagi!” Kata bah dukun pada Eros wanita empat puluh tahunan. Setelah membayar mahar Ia keluar dari ruangan. Ruangan yang satu bulan lalu jadi penyebab stres anak gadisnya yang sampai mengahiri hidupnya. “Lihat saja pembalasanku nanti!” gerutunya.
Pada saat yang ditentukan Eros datang kembali. Ia duduk berdampingan dengan banyak pasen yang ingin menyembuhkan penyakitnya. “Aku ke sini bukan seperti orang-orang ini. “Lihat nanti hai bah dukun!” Ia berkata-kata dalam hatinya. Giliran masuk ruangan. Trek! saklar listrik ada yang memetikan. Eros duduk dalam kegelapan. Tak lama kemudian langkah kaki menghampirinya. “Sudah sembuh dadanya?” suaranya pelan dekat di telinga. Lalu pingganya terasa ada yang memegang. Eros diam saja, ketika tangan itu mulai terasa menggerayangi ke atas dan ketika itu pula pisau belati ia tusukkan tepat pada jantung yang sedang mendekapnya. Blug! Tubuh bah dukun jatuh terkapar di lantai bersimbah darah. “Rasain…luh balasan untuk Anakku yang telah kau nodai!” Lalu dengan tenang Eros meninggalkan ruangan gelap itu.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s