Ditulis Oleh Nandang Sofyan Priatna

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

Facebook photo

Fiksi # Cinta Terlarang #
“Minal A’idin Pa…mohon maaf lahir Bathin!” Pa Hasan tak lantas menjawab sms dari gadis belia mantan muridnya itu. Ia termenung mengingat masa bersama denganya. Ia pun berfikir keadaan mereka yang tak terpisahkan oleh waktu ataupun keadaan. Berdua selalu membagi rasa, memberi waktu dan ruang. Semua berjalan bah air mengalir. Pa Hasan bukannya tak berfikir tapi entahlah fikirannya selalu kandas di penghujung rasa yang satu yakni rasa cinta “Ah…ada-ada saja rasa ini!” gerutu Pa Hasan sambil menampar-nampar pelan telapak tangan kanannya ke jidat.
Handpone berbunyi sebentar. “Iya, sama-sama. Terimakasih Vie!:)” Balas pa Hasan setelah menerima miscol. Tak lama kemudian handpon kembali berbunyi, kali ini panggilan. “Pa…kata Ibu mohon datang ke Rumah!” Suaranya agak gugup tak biasanya pa hasan mendengar suara seperti itu. “Iya…iya…nanti siang ke sana!”
Sepi saat pa Hasan bertamu. “Vie…kemana Ayah Ibu?” yang di tanya hanya duduk menunduk. “Ada, saya ibunya dan kamu Hasan Ayahnya!” Suara perempuan 17 tahun silam yang pernah dicampakkannya terdengar bagai petir di siang bolong. Pa Hasan tergagap dan terkulai lemas di kursi tamu.

Iklan

tulis

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s