Skip to content
Status

Ditulis Oleh Lanna Wiantry

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Komunikasi dengan Buah Hatiku #

Kuketik sebuah pesan di hp.

“Kakak, lagi ngapain? Sudah bangun belum?”

“Sudah, mah.”

“Sholat subuh?”

“Iya, sudah.”

“Jangan lupa buka jendelanya, biar hawa segar cepat masuk!”

“Iya, mah.”

“Mau berangkat jam berapa? Nanti terlambat, lho, kalau ngga buru-buru mandi!”

“Iya, mah, sebentar lagi mau mandi.”

Selepas beres-beres isi kamar, aku segera meluncur ke belakang. Kulihat sebuah pintu kamar masih tertutup rapat. Perlahan kubuka.

“Astaghfirullah, kakaaaaakk! Katanya sudah bangun, katanya mau buka jendela, katanya mau mandi! Ini sudah jam enam!”

Status

Ditulis Oleh Agit Pangandaran

Lewat
Puisi

Facebook photo

PUISI
ANTARA AKU, ANTARA KAMU (DIAKHIRI DENGAN SEBUAH TULISAN)
Oleh : Agit Pangandaran / #KiGigit

Di jemari yang lentik
ada gemercik
sedikit amarah meletup
namun kini redup
oleh senyummu
oleh sapa lembutmu
tak ada maksud untuk
memakimu, gadis lembut

Itulah sekilas cerita hari Jumat
yang tak lengkap
bila tak diakhiri dengan sebuah tulisan
sebagai ungkapan
yang mungkin akan menjadi bagian kenangan
antara aku
antara kamu
terukir indah
dalam kisah
meski tak saling memiliki
karena kita bukan sepasang merpati

Banjarharja – Kalipucang, 17 Januari 2014

Status

Sketsa October 26, 2014 at 03:09PM

oleh Ade Kusmana

nde

“Hey, kenapa tertawa?” “Apa yang lucu?” “Aku tersinggung tau!” Heh, dia memandang aku seperti itu? “Tatapanmu aneh tau!” “Serem tau!” Kenapa dia mencibir? Dia kira dia cantik, bibir dimonyong-monyongkan kaya gitu! Nggak dimonyongkan pun bibirnya sudah maju.“Kenapa tengadah?” Liat cecak kah? Seneng liat lampu yang botak kah? “Ingat seseorang ya?” “Upin Ipin?” “Atau Dedi Corbusyer ya?” “Nah begitu dong, Kamu cantik deh!” Uhu, dia tersipu. Aha, pipinya merona. Ihi, dia mendelik. Eh, dia tertawa lagi. “Nggak suka dipuji?” “Gombal ya?’ “Kacanganya?” “Atau Wajahku emang lucu?” “Imut-Imut gitu lho?” Eh, tambah ngakak! Busyet, Terpingklal-pingkal. Hey, aku tidak sedang melawak! Aku sedang merayu! “Fokus dong sayang!” Sebentar lagi dia akan melayang ke awang-awang! Sudah kusiapkan syair yang romantis. Eh, tawanya semakin gila! Kursinya ikut goyang tuh! Meja Juga! Gelas juga! Wah, gempa bumi. Bentar lagi datang sunami kayaknya nih! “Hey!” “Fokus!” “Dengar!” “Dengar aku mau bicara!” Aku mau nembak dia hari ini! “Nah, gitu!’ “Tenang, duduklah yang manis!” “Dengarkan baik-baik!” Ih, dia mendelik lagi. Ooo alah, ngakak lagi! Cape deh. Letih. Lelah. Dia mendelik lagi kebawah. Aku menunduk. Oh My God! “Tenang, nggak usah hawatir, dia belum bisa terbang kok!” sambil kutarik keatas rel sleting celana yang ternyata terbuka sejak keluar dari toilet tadi.

Status

Ditulis Oleh DarulChie Putri BundaRosiy

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Dunia Bukan Milikmu #

“Maafkan mamah, Sya. Mamah selalu membandingkan kamu dengan adikmu, sering tak pedulikan kamu. Mamah salah, sudah terlalu memanjakan Roy. Hingga Roy sekarang selalu berfikiran bahwa semua maunya harus dan pasti di peroleh nya”
“Iya, Mah. Seharusnya kita memang tidak terlalu memanjakan Roy. Sekalipun kita tahu, Roy adalah putra kebanggaan mamah dan papah. Karena Roy adalah anak lelaki” Ucap Risya pada Ike, Mamahnya.

Mereka pun saling memaafkan dan menangis dalam 1 pelukan.
Rasa rindu seorang ibu dengan anak perempuannya pun membelai lembut perasaan Ike..

Status

Diserat ku Joey Wiro

Dina Lapak
Fiksimini Basa Sunda

Facebook photo

Fikmin#TITIPAN#

HORÈAM sabener namah, candukul bari mopoèk tèh. Hayang geura sidèngdang, ucang-ucang diayun-ambing ku caang. Dalah dikumaha bakat teu kapurulukan cempor-cempor acan. Walurat. Modal ukur ngabelekesekeun raga. Ngagarang lampah tengahing beurang.
Sakapeung hatè sok midua, ngajujurung. Ngajak mulang. Batin kumecrèk, kitu kumaha kieu kumaha. Tungtungna sumerah, miara pucuk sugan jadi Ibadah.
“Tos wè dugi tamat SMA Tètèh mah Pa, badè teras milari damel.”
Ceuk nu cikal. Ngarti.
“Teruskeun Kuliah!”
Pok tèh. Entang-entangan nangtang kahayang.
“Timana bèyana Kang? Adina lulus SMP, si Dede tos meujeuh lebet ka TK nu ieu mah moal kabagèan!”
Pamajikan mairan. Bari ngusapan Beuteungna nu keur bulan alaeun.
Rumènghap mèmèh ngajawab, eungap. Puguh bingung milih basa.
Tilu pasang panon seukeut, paneuteup bangun lapar nganti-nganti jawaban. Nu nyata. Lain saukur pangbèbènjo. Geus bosen cenah, unggal poè ngagugulung sugan.

“Sing percaya kanu Kawasa!”
Biwir ngucap. Hatè ngolènyay.

Status

Ditulis Oleh Linda Irma Juliantika

Lewat
Fiksimini Bahasa Indonesia

fiksimini

Fiksi # Untuk Mereka, Aku Berjuang#

Pukul 09.30, aku tiba di depan SMA ternama di Bandung. Pakaian hitam putih melekat di tubuh lengkap dengan sepatu pantopel yang kesempitan akibat jarang dipakai. Sesuai ketentuan yang diumumkan saat pengambilan kartu ujian

Ya, setengah jam lagi aku harus berjuang menghadapi soal-soal CPNS salah satu lembaga pemerintah.

“Teteh harus percaya diri ya? Baca bismillah. Mama sama Papa berdo’a, supaya dilancarkan!” Ucap Mama yang diamini Papa.

“Iya, Ma!” Sahutku sembari menatap mereka satu persatu.

Mereka begitu berharap aku bisa lolos di tes CPNS kali ini. Mereka sampai rela bolos kerja demi mengantar anaknya tes kompetisi dasar CPNS. Mereka juga menungguiku di depan kelas.

Subhanallah… berharap aku tak mengecewakan mereka. Untuk mereka, aku berjuang. Rasa haru menyelinap di hati. Saat nilai keluar, ternyata aku mendapat skor terkecil. Meski kutahu mereka pasti kecewa, senyum masih terkembang dan kata-kata penyemangat terlontar dari mulut Mama. Kata-kata yang begitu menyejukkan hati.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: